Elektron-elektron yang berada pada kulit
valensi (terluar) berperan penting dalam pembentukan ikatan kimia. Bila
pembentukan ikatan kimia terjadi akibat adanya perpindahan satu atau lebih
elektron dari satu atom ke atom lain, dinamakan ikatan ion. Bila pembentukan
ikatan kimia terjadi terjadi akibat pemakaian bersama pasangan elektron
diantara atom-atom dinamakan ikatan kovalen. Ikatan kovalen ini terbagi menjadi
ikatan rangkap dan ikatan koordinasi.
11 April 2022
Ikatan ion merupakan ikatan yang terjadi
karena adanya gaya tarik menarik elektrostatis antara kation dan anion.
Contoh pembentukan senyawa ion misalnya pembentukan senyawa natrium klorida atau yang kita kenal dengan garam dapur. Proses pembentukan ion Na+ dan Cl- dapat dituliskan sebagai berikut:
Na( 2 8 1) + Cl (2 8 7)
à Na+ Cl-
![]() |
Lambang Lewis pembentukan senyawa Na+ Cl-
(sumber: google site) |
Atom natrium kehilangan satu elektron menjadi
bermuatan positif, sedangkan atom klor menjadi bermuatan negatif karena
kekurangan satu elektron. Pada pembentukan senyawa natrium klorida, kation Na+
bereaksi dengan anion Cl-. Karena kedua ion tersebut berlawan
muatan, maka diantara kedua ion tersebut terjadi gaya bakutarik elektrostatik
sehingga terbentuk senyawa NaCl. Susunan ion positif dan ion negatif sangat
rapat dan tidak mudah bergerak. Karena strukturnya yang teratur dan tersusun
rapi ini dalam kimia disebut stuktur kristalin.
![]() |
Struktur kristalin senyawa NaCl (sumber: bospedia.com) |
Beberapa sifat ikatan ion berdasarkan struktur
senyawanya:
a.
Kristalnya Keras Tapi Rapuh
Kristal senyawa ion
bersifat keras karena strukturnya yang padat dan tersusun rapi antara ion
positif dan ion negatif. Namun, jika diberi tekanan pada kristalin tersebut maka
akan terjadi pergeseran yang mengakibatkan terjadinya reaksi tolak menolak
antara ion yang bermuatan sama dan menimbulkan perpecahan.
![]() |
| Ilustrasi susunan ion-ion ikatan logam saat diberi tekanan (sumber: chemistryrack) |
b.
Cenderung Mempunyai Titik Lebur dan Titik Didih yang Tinggi
Karena tarikan antar ion kuat dan stabil sehingga diperlukan energi yang lebih besar untuk dapat melelehkan padatan ionik.
c.
Mudah Larut Dalam Pelarut Polar
Pelarut polar tertarik
terhadap ion-ion. Bagian negatif pelarut polar tertarik ke ion positif sedangkan
bagian positifnya tertarik ke ion negatif.
![]() |
| Ilustrasi struktur senyawa ion dalam air (sumber: chemistryrack) |
d.
Lelehan dan Larutannya Dapat Menghantarkan Listrik.
Saat dilarutkan dengan pelarut maka senyawa ion akan terionisasi, sehingga ion-ion positif dan ion-ion negatif dapat bergerak bebas.
![]() |
| Ilustrasi senyawa ion yang dapat menghantarkan listrik (sumber:paperplane) |
Dalam kehidupan sehari-hari senyawa-senyawa
yang terbentuk melalui ikatan kimia memiliki manfaat yang luar biasa. Salah satu
contohnya yaitu natrium klorida (NaCl) atau
yang dikenal dengan nama garam dapur. Garam dapur biasanya berbentuk kristal
berwarna putih. Kegunaannya yaitu untuk penambah rasa makanan, bisa juga digunakan
untuk mengawetkan makanan. 
Gambar garam dapur (sumber:google site)
Senyawa kalsium klorida (CaCl2) dalam
kehidupan sehari-hari biasanya digunakan pada air kolam renang yang biasa disebut
dengan kaporit. Penggunaan kalsium klorida ini bertujuan untuk mencegah korosif
yang akan menyebabkan kerusakan struktur logam pada kolam. 
Gambar bubuk kaporit (sumber: google.com)
Natrium
florida (NaF) senyawa ini adalah senyawa yang mudah larut dalam air dan berbentuk
padat tidak berwarna. Dalam kehidupan sehari-hari, NaF sering ditambahkan ke
dalam air mineral dan pembuatan produk untuk menjaga kesehatan gigi. Manfat florida
sebagai ion dalam kehidupan kehidupan ini terkenal sebagai senyawa untuk
memperkuat gigi dengan membentuk fluorapatit yang merupakan komponen enamel
gigi.
Ikatan logam terjadi akibat adanya
delokalisasi elektron yang senantiasa berpindah-pindah, kemudian terjadilah
proses saling meminjamkan elektron atau juga sering disebut sebagai model
lautan elektron.
Ikatan logam adalah suatu jenis ikatan
kimia yang melibatkan gaya tarik elektrostatik antara elektron konduksi yang
dikumpulkan di dalam suatu awan elektron dan ion logam bermuatan positif. Kalau
digambarkan strukturnya, logam itu adalah kumpulan kation-kation (ion positif)
yang tersusun rapi. Diantara kation-kation tersebut, ada lautan elektron yang
bisa bergerak bebas dan berpindah ke kation mana saja. Elektron ini bertindak
seperti lem perekat. Itulah mengapa disebut ikatan logam.
Berikut merupakan ilustrasi pembentukan ikatan logam berdasarkan teori lautan elektron.
![]() |
| Sumber: google site |
a. Logam Bersifat Mengkilat
![]() |
| ilustrasi logam bersifat megkilat (sumber: byju's.com) |
Jika
cahaya tampak jatuh pada permukaan logam, sebagian elektron valensi logam akan
tereksitasi, dan ketika kembali ke keadaan dasar akan membebaskan energi dalam
bentuk cahaya atau kilap.
b. Konduktor Listrik
![]() |
| ilustrasi logam bersifat konduktor listrik (sumber: byju's.com) |
Jika
dialirkan melalaui logam, elektron-elektron valensi logam akan memebawa muatan
listrik keseluruh logam dan bergerak menuju potensial yang lebih rendah
sehingga terjadi aliran listrik dalam logam.
c. Konduktor Panas
![]() |
| ilustrasi logam bersifat konduktor panas (sumber: texasgateway.com) |
Jika
logam menyerap panas, elektron-elektron valensi logam akan bergerak lebih cepat
dan kalor dapat didistribusikan keseluruh kristal logam sehingga logam menjadi
panas
d. Dapat Ditempa
![]() |
| logam dapat ditempa (sumber: inchemistry.com) |
Jika logam ditempa atau dibengkokkan terjadi pergeseran kation-kation, tetapi pergeseran ini tidak menyebabkan patah karena selalu dikelilingi oleh lautan elektron. Contohnya yaitu baut, obeng, pagar besi, dll.
Contoh pemanfaatan ikatan logam diantaranya adalah pada pembuatan panel surya. Panel surya merupakan sebuah alat yang terdiri dari sel surya yang terbuat dari bahan semikonduktor untuk mengubah energi surya menjadi energi listrik. Pembuatan panel surya ini menggunakan konsep paduan logam atau alloy. Membuat paduan logam akan mengakibatkan terjadinya ikatan logam antar logam yang berlainan. Contoh alloy adalah paduan Gallium dan Bismut, serta tambahan atom lain yaitu Arsenik dan Nitrogen untuk membuat panel surya.
![]() |
Gambar panel surya
(sumber: ruangguru.com) |
Atom-atom mengadakan ikatan kovalen dengan cara membentuk pasangan elektron yang disumbangkan oleh kedua atom dan menjadi milik bersama atom-atom yang berikatan. Kedua atom yang berikatan tersebut akan tertarik pada pasangan elektron yang sama. Itulah mengapa ikatan kovalen disebut juga sebagai ikatan molekul. Terjadinya ikatan kovalen karena kecendrungan atom-atom untuk mencapai konfigurasi elektron atom gas mulia, yaitu 8 elektron pada kulit terluar.
Rumus lewis digunakan untuk menggambarkan ikatan kovalen berdasarkan kaidah oktet, khusus untuk hidrogen mengikuti kaidah duplet. Suatu molekul dinyatakan stabil apabila memiliki konfigurasi elektron gas mulia (oktet dan duplet). Ikatan kovalen terdiri dari beberapa jenis yaitu berdasarkan banyaknya elektron yang digunakan saat kedua atom berikatan (ikatan tunggal, ikatan rangkap 2, dan ikatan rangkap 3). Dan berdasarkan sumber elektron yang akan dipakai bersama (ikatan kovalen koordinasi).
1. Kovalen Tunggal
Ikatan kovalen tunggal merupakan ikatan yang hanya melibatkan sepasang elektron untuk digunakan bersama. Artinya, masing-masing atom hanya saling memberikan satu elektron untuk dapat digunakan bersama. Contoh ikatan kovalen tunggal terjadi pada molekul H2.
Contoh implementasi ikatan kovalen yaitu
pada pembentukan molekul H2. Pada awalnya atom-atom H saling
mendekat satu sama lain, dan orbital 1s dari masing-masing atom mulai
bertindihan (overlap). Setiap elektron dapat dapat menghuni ruang disekitar
kedua atom hidrogen. Dengan kata lain kedua elektron dapat digunakan bersama
oleh kedua atom H menghasilkan gaya baku tarik.
Ilustrasi ikatan kovalen dapat dilihat pada gambar berikut.
![]() |
| Gambar ilustrasi ikatan kovalen tunggal molekul H2 (sumber: serc.carleton.edu) |
Hidrogen memiliki banyak manfaat dalam
kehidupan sehari-hari. Manfaat hidrogen ditemukan dalam berbagai bidang. Dalam
kimia organik, hidrogen dipakai sebagai pesintesis senyawa-senyawa organik
seperti senyawa aldehid. Dalam bidang industri, hidrogen banyak digunakan
seperti pembuatan bahan bakar fosil, pupuk, meningkatkan kejenuhan minyak, pemurnian
minyak bumi, pembuatan metanol, sebagai sel bahan bakar serta berperan dalam proses
hidrodealkilasi, hidrodesulfurasi, hidrocracking. Dalam bidang fisika dan teknik,
hidrogen digunakan sebagai sheilding gas dan zat pendingin rotor.
Selain
hidrogen, asam klorida atau HCl
merupakan senyawa yang sangat popular dalam kimia. HCl juga terbentuk melalui
ikatan kovalen tunggal. HCl dapat dimanfaatkan untuk mengatur pH (keasaman) air
limbah cair industri, sebelum dibuang ke badan air penerima. HCl juga digunakan
pada proses produksi gelatin dan bahan aditif pada makanan. Di laboratorium,
asam klorida biasa digunakan untuk titrasi penentuan kadar basa dalam sebuah
larutan. Asam klorida juga berguna sebagai bahan pembuatan cairan pembersih
porselen. Kegunaan-kegunaan lain dari asam klorida diantaranya adalah pada
proses produksi baterai, kembang api dan lampu blitz kamera.
2. Kovalen Rangkap 2
Ikatan kovalen rangkap 2 adalah ikatan
yang masing-masing atomnya memberikan sumbangan dua elektron valensi untuk
membentuk dua pasang elektron ikatan. Hal itulah yang membuatnya menjadi ikatan
rangkap dua. Contohnya adalah pada molekul O2.
![]() |
| Gambar pembentukan ikatan kovalen rangkap 2 molekul O2 (sumber: bhataramedia.com) |
- Beberapa kegunaan oksigen dalam kehidupan sehari-hari dan industri antara lain :
- Untuk pernapasan makhluk hidup, penderita paru-paru, penyelam, antariksawan
- Untuk pembakaran / oksidator
- Campuran oksigen cair dan hidrogen cair digunakan untuk bahan bakar roket
- Untuk bahan baku berbagai senyawa kimia
![]() |
| Gambar gas oksigen (sumber: google site) |
3. Kovalen Rangkap 3
Ikatan kovalen rangkap tiga merupakan ikatan yang terjadi antara dua atom yang melibatkan enam elektron ikatan dalam satu ikatan kovalen. Contohnya adalah molekul nitrogen, ilustrasi pembentukan senyawa N2 dapat dilihat pada gambar berikut.
![]() |
Gambar pembentukan ikatan kovalen rangkap 3 molekul
N2 (sumber: courses lumenlearning.com) |
![]() |
| Gambar gas nitrogen (sumber: goggle site) |
- Pengisi bola lampu pijar
- Nitrogen cair digunakan sebagai pendingin untuk membuat suhu yang sangat rendah
- Penyimpanan buah-buahan dan sayuran sehingga tidak cepat busuk dalam kemasan kaleng
- Pembuatan larutan injeksi
- Penyimpanan produk yang mudah terbakar.
- Bahan baku pembuatan amoniak (Siklus Haber-Bosch)
![]() |
| Gambar siklus Haber-Bosch (sumber: utakatikotak.com) |
Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan
yang terjadi kalau hanya ada satu atom aja yang menyumbangkan pasangan
elektron. Jadi, atom pasangannya tidak bisa menyumbangkan elektron. Contohnya
adalah molekul HNO3, SO3, NH4, dan H2SO4.
Pembentukan senyawa NH4+ ion amonium
dibentuk dari amonia dan sebuah proton atau ion hidrogen. Pada ion amonium
terdapat ikatan kovalen koordinasi, seperti terlihat pada gambar berikut.
![]() |
Gambar pembentukan
ikatan kovalen koordinasi molekul NH4 (sumber: courses lumenlearning.com) |
Dalam gambar ditunjukkan bahwa sepasang
elektron yang digunakan bersama dalam ikatan antara atom nitrogen dan ion H+ berasal dari atom nitrogen. Dengan demikian, pada ion amonium terdapat ikatan
kovalen koordinasi.
Selain terdapat pada pembentukan senyawa
diatas, ikatan koordinasi juga dapat terjadi dalam pembentukan senyawa
organologam antara ligan organik dengan logam pusat. Senyawa organologam
merupakan senyawa yang setidaknya terdapat satu atom karbon dari gugus organik
yang berikatan langsung dengan atom logam.
Berikut merupakan tabel contoh logam
pusat dan ligan organik.
|
No |
Logam Pusat |
Ligan Organik |
|
1 |
Cu+ , Cu2+ |
H2O |
|
2 |
Cr3+, Cr6+ |
CN- |
|
3 |
Co3+ |
NH3 |
|
4 |
La+ |
CH3COOH |
|
5 |
Be+ |
C5H5OH |
|
6 |
Mg2+ |
C6H12O6 |
|
7 |
Al+ |
C5H5N |
|
8 |
Ca+ |
C10H8N2 |
|
9 |
Ag+ |
C₆H₄(CO₂H)₂ |
|
10 |
Fe2+, Fe3+ |
CH3COCH2COCH3 |
Kombinasi logam pusat
dan ligan organik tersebut dapat membentuk senyawa kompleks. Senyawa ini
terbentuk sebagai hasil gabungan antara ion atau atom logam pusat dengan
molekul netral atau ion melalui ikatan kovalen koordinasi.
Salah satu senyawa
kompleks yang sedang dikembangkan saat ini yaitu Metal Organic Frameworks (MOFs).
MOFs terbentuk dari logam pusat dan ligan organik yang memiliki karakteristik
yang khas, struktur yang bervariasi dan ukuran pori yang teratur. Hal inilah
yang menyebabkan MOFs sangat menarik digunakan dalam berbagai aplikasi salah
satunya yaitu adsorpsi.
Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai implementasi MOFs serta kaitannya dengan materi ikatan kimia. Maka kita akan mempelajarinya melalui langkah-langkah pembelajaran berbasis inkuiri.
























